Monday, April 2, 2012

APRIL is IMPORTANT TO READ -.-


Jadi inget kata-kata "April Mop" deh :)
Well, katanya isu hari senin, kemarin, 1 April 2012, yang udah hampir heboh dari satu bulan sebelumnya kalo harga "BBM subsidi" naik. Terus, jadi heran tapi kenapa yah buktinya gak jadi naik tuh -.-, iya sip...APRIL MOPnya PRESIDENT kita luar biasah ya ceman-ceman :D (mungkin loh ya)

Nah, mungkin saya mau membuka pikiran kalian, jadi kenapa sih harga BBM subsidi (premium) gak jadi naik? Kalo saya kata berita sih begini (udah saya resume jadi satu nih inti-inti nya) :
  • "Seperti yang telah menjadi keputusan pemerintah dan DPR-RI dalam sidang paripurna, terkait dengan bunyi pasal 7 ayat 6a dalam UU APBN yang membebaskan pemerintah menaikkan harga BBM jika harga minyak mentah Indonesia (ICP) berada di atas 15 persen dari asumsi makro RAPBN-P 2012 selama enam bulan. Dalam Pasal 7 Ayat 6 a kenaikan BBM bersubsidi dapat dilakukan, jika kenaikan ICP mencapai 15 persen dari asumsi pada rancangan APBN Perubahan sebesar USD105 per barel. Artinya, kenaikan dapat dilakukan jika kenaikan ICP sudah diangka USD126 per barel. Harga BBM dapat disesuaikan jika ICP mengalami kenaikan hingga 10 persen dari asumsi pada APBN-Perubahan dengan catatan harga eceran tidak mengalami kenaikan. Kenaikan BBM dapat dilakukan jika ICP telah melampaui 15 persen dari asumsi makro di APBN-Perubahan"
  • Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan  patokan ICP US$120,75 per barel tersebut dihitung berdasarkan rata-rata 6 bulan. “Dengan [ketentuan] 15% di atas ICP artinya [US$] 120, 75 [per barel], barulah  pemerintah memiliki  kewenangan untuk menaikkan atau menyesuaikan [harga BBM],” kata Hatta menjawab pertanyaan wartawan di Istana Presiden malam ini. Dia mengatakan dengan opsi yang telah dihasilkan dari sidang paripurna DPR-RI yang berlangsung hingga dini hari,  menunjukkan pemerintah tidak semena-semena atau gegabah untuk menaikkan harga BBM. Hatta mengatakan pemerintah baru mengambil keputusan menaikkan harga BBM jika dinilai kondisinya memaksa untuk melakukannya, demi menyelamatkan perekonomian nasional. Itu menunjukkan pemerintah tidak  semena-semena, gegabah, atau begitu  gampang untuk menaikkan harga BBM," kata Hatta. Seperti diketahui rapat paripurna DPR memilih pasal yang menetapkan ruang bagi pemerintah untuk menaikkan harga BBM kalau terjadi deviasi harga minyak dunia di atas 15% dari ICP selama 6 bulan.

    Sebagai acuan, mungkin informasi ini bisa bantu kalian :
    ( visit : http://www.oil-price.net/dashboard.php?lang=id )















    I hope the information that I know can useful for us :)

No comments:

Post a Comment

Terimaksih